Ternyata hingga setahun bersama dengan Tango biru tidak memperbaiki emosi saya. Setelah bisa bersepeda dengan kecepatan normal di dalam kota emosi saya masih bisa naik. Rasa sebal terhadap bis-bis wisata yang mengklakson seenaknya (whose city is this?) menyebabkan padatnya lalu lintas di jalanan kota cukup menggiurkan untuk memacu pedal. Kupaculah pedal, sepanjang jalan UIN-Galleria engan gaya zig-zag kanan-kiri ngelewatin mobil-mobil. (boys and girls never do that, please?)

Huff, buka internet lagi. Baca lagi bikesnobnyc. Emang luar biasa gaya tulisan satir-sinis Amerika.Di sana ternyata si bsnyc juga baru aja dibuat kesal oleh motorist, they annoyed by the fact that we are riding our bike. Yah, memang hanya gonggongan sinis yang paling cantik digunakan untuk menghina mereka. Baik mereka pengendara mobil ataupun pesepeda yang kacau macam ni.

Kebijaksanaan memang bisa muncul dari mana saja.Jika anda pesepeda, mana mungkin sih bakal nyaman dengan iklan macam yang menampilkan fitur-fitur keamanan pesepeda seperti ini? Tidak ada, mangkanay di dunia internet mereka ada untuk mengingatkan dunia dengan bahasa kasar mereka. (walah kalau di sini bisa-bisa masuk bui macam bu Prita)

Yah, sutralah. Lagipula saya sudah senang Yehuda Moon udah muncul lagi.

Iklan