Wah setidaknya ada dua fatwa yang agak merepotkan, berlebihan kalo boleh dibilang. Lembaga yang satu ini emang menyediakan diri bagi umat untuk memberikan fatwa terhadap hal-hal yang subhat atau kurang jelas. Niat yang mulia bukan?

Tapi kok ya terus kebablasan?

Mengapa kebablasan? Karena banyak hal yang menyebabkan MUI terlihat gak tentu arah. Fatwa yang mereka keluarkan lucu-lucu lho! Percaya deh, lihat nih:

  1. Fatwa Haram Mencuri Listrik, liat aja di sini. (Tapi beritanya gak jelas isinya, gak boleh nyuri listrik atau anjuran untuk berhemat?) Mencuri memang dari sananya haram khan? Kenapa harus dibuat fatwanya lagi?

  2. Fatwa Haram Membajak. Kalo ini ketegasan MUI patut diacungi jempol. Memang perlu ada fatwa tentang apakah halal atau haram membajak program, buku, dll. Tapi sayangnya saya gak sepakat tentang keharamannya =P

  3. Fatwa Haram Golput, Nah yang ini sayah gak bisa sepakat lagi! Setidaknya saya masih mau menyimpan hak saya selama itu masih ada.

  4. Fatwa Rokok Haram, weleh-weleh. Rokok memang adiktif dan merusak tubuh. Tapi ia tidak memabukkan. Adakah dalil naqli yang melarang kita bersenang-senang sama sekali? Dan yang lebih merusak itu gas keluaran kendaraan bermotor. Haramkan saja bensin, solar, dan avtur! Mari bersepeda!

Konon katanya fatwa-fatwa itu adalah jawaban atas tantangan zaman. Seperti apa tantangannya? Pesanan dari PLN-kah? Menkominfo-kah? Atau Hidayat Nur Wahid?

Mengharamkan yang halal dosanya sama dengan menghalalkan yang haram!

Jadi wahai ulama yang terhormat, jangan rusak kepercayaan kami. Jangan rusak wibawamu sendiri. Fokuslah pada hal-hal yang memang subhat (seperti fatwa no 2) atau dibuat kabur (fatwa tentang aliran sesat).

Iklan