Sudah hampir satu bulan sejak serangan (intensif) pertama Israel terhadap Gaza.Jika anda adalah pembaca setia koran dan majalah serius mungkin anda akan bingung. Atau merasa tidak bingung tapi ketika berbincang dengan rekan anda, anda bingung.

Kita lewati saja pembahasan dogma “Israel selalu salah, Palestina selalu benar.” Tidak, tulisan saya kali ini tidak ingin membahas itu. sama sekali tidak. Pertanyaan yang timbul adalah siapa HAMAS? Afiliasinya ke mana? Hubungan dengan Iran?

Man, it’s politics man! It’s politics!

Hamas (حماس Ḥamās, akronim dari حركة المقاومة الاسلامية Ḥarakat al-Muqāwamat al-Islāmiyyah, yang artinya “Gerakan Perlawanan Islam”) adalah salah satu gerakan sosial-politik di Palstina yang berbasiskan Islam. Saat ini ia adalah partai dengan suara terbesar di Palestina, menyaingi Fatah.

Secara ideologi ia memiliki hubungan kuat dengan Ikhwanul Muslimin (sebut saja IM), yang asalnya dari negeri tetangganya, Mesir. Ingin tahu lebih jauh mengenai IM? Ada banyak buku tentangnya di sekitar masjid kampus, terumasjid kampus PTN.

Tapi HAMAS akhir-akhir ini dikait-kaitkan dengan Iran. Lihat saja KOMPAS yang menyebut HAMAS sebagai “junior” dari Hizbullah yang di danai oleh Iran.

Mungkinkah? Gak mungkin!

IM adalah gerakan yang lahir dari lingkungan Sunni, oleh karena itu ideologinya adalah ideologi Sunni. Tidak ada pemahaman rumit mengenai 12 imam atau semacamnya. Sebagai sebuah gerakan sosial-politik-agama ia tidak hanya memfokuskan dirinya pada usaha-usaha untuk berkuasa. Ia banyak memiliki jaringan sosial untuk membantu kaum miskin. Hal inilah yang menjadi kekuatannya, termasuk HAMAS.

Kenapa ini tidak mungkin? Karena dari dulu sampai sekarang orang Ahlussunnah dan Syiah tidak pernah rukun! Mau bukti? Lihat saja Iraq! Lihat saja bagaimana orang Kurdi yang Sunni hidup susah di Iran (mereka juga hidup susah di Turki dan Iraq yang dikuasai etnis berbeda).

Meski begitu IM adalah gerakan yang cukup longgar dalam memandang perbedaan Ahlussunah-Syiah. Karakter ini bisa diatributkan pada sifat politik IM yang lebih terbuka dan lebih responsif pada kondisi politik saat itu. IM menyerukan persatuan Ahlussunah-Syiah, tapi pada tataran praktek dan ideologi itu tidak praktis.

Saat ini HAMAS sangat mungkin menerima “hadiah” dari rekannya gerakan Islam bersenjata, Hizbullah. Baik berupa dana maupun senjata. Tapi amatlah sulit memandang HAMAS bersedia dianggap sebagai junior. Hal ini karena tendensi tidak akur antara Ahlussunnah dan Syiah.

Tapi media-media (barat) jelas menyebut HAMAS memiliki hubungan dengan Iran. Bagaimana bisa? Selalu bingunglah jika kita memegang media, apalagi media Barat! Saat ini Iran adalah negara paling bermasalah di mata Barat, oleh karena itu ia menjadi pihak paling layak untuk menjadi kambing hitam jika ada sesuatu terjadi.

Gerakan-gerakan Islam seperti HAMAS memang memiliki sumber dana rahasia dan tersebar. HAMAS sempat mendapat suntikan dana dari Israel, kemudian donatur-donatur Saudi (bukan negara atau keluarga, melainkan orang-orang warganegara Arab saudi), hingga akhirnya Iran. Tampaknya HAMAS memiliki kebijakan pendanaan yang liberal. “Biarlah kita meneriama uang Israel, toh nanti pelurunya kembali kepada mereka.”

Kini TIME lumayan gampang menyebut HAMAS memiliki kaitan dengan Al-Qaeda sampai Iran, sedang Fareed Zakaria, editor Newsweek, masih menahan diri dengan menyebut Iran masih memiliki anak asuh lain di Palestina (Jihad Islam). Saya menyarankan anda membaca Newsweek, jika ingin menyentuh pandangan Dunia Barat.

Sebenarnya untuk memahami kemana HAMAS sebenarnya berkiblat adalah dengan melihat bagaimana Mesir mengatasi perbatasannya dengan Gaza. Rezim Mesir yang sejak dulu selalu gagal membendung pengaruh IM di negrinya selalu gerah ketika harus mengurus perbatasan dengan wilayah yang secara politik dikuasai oleh IM.

HAMAS dan Iran? hubungan yang tidak akan bertahan lama! Hubungan dengan Iran yang paling mungkin adalah HAMAS menerima aliran dana dari Iran, tidak lebih! Sangat sulit bagi mereka untuk bekerja sama, ketika shalat berjamaah saja sulit dilakukan.

Man, it’s politics man! It’s politics!

Iklan