Di jaman ketika sulit sekali membedakan mana yang merupakan tulisan untuk anak-anak, mana untuk dewasa akhirnya kita menemui lagi tulisan yang ditujukan untuk anak-anak. Sayang datangnya dari sabrang, pake bahasa sebrang pulak!

The Tales of Beedle the Bard, dongeng (dalam) dunianya Harry Potter yang dikarang oleh JK Rowling. Review dari The Times nyebut “funny, sinister, wise and captivating,pinjaman dari Tha emang kesempatan berharga.

Memang, dongengnya gak semuanya “and they live happily ever after”sebagaimana banyak dongeng anak-anak dari Disney. (Pernah nemu buku judulnya gitu di Gramed) Tapi toh banyak cerita rakyat gak happy ending khan?!

Dari perspektif orang dewasa ada banyak isu yang dimasukkan oleh JK Rowling. Banyak orang yang terbiasa dengan dongeng ala Disney tadi mungkin khawatir ketika isu seperti kematian, kesetaraan, dan (sakitnya) cinta diberikan untuk anak-anak.

“Gak papa! Serius gak papa! Mereka harus dibiasakan malahan.” Mungkin itu yang ingin diteriakkan oleh JK Rowling. Terasa jelas sekali pendapat-pendapat JK Rowling muncul dalam komentar & catatan Dumbledore. Seperti para pujangga Jawa yang mewujud dalam tokoh Semar. Dalam seri Har-Pot pendapat-pendapat JK Rowling memang tersuarakan oleh Dumbledore, tapi lebih sublim.

Secara keseluruhan dongeng dalam buku ini memang cocok untuk anak-anak. Tapi komentar-komentar Dumbledore dalam buku ini seharusnya dibaca oleh orangtuanya! Yah, buku ini mmberi kesempatan untuk para orangtua menikmati waktu mendongengi anak-anaknya sebelum tidur.

PS:

Kenapa aku memilih judul ini? Karena cerita ini yang menunjukkan bahwa kita tidak akan pernah bisa (boleh) menghindar dari sakitnya cinta.

Iklan