Pada 19 November 2007 lalu Newsweek menjadikan tahun 1968 sebagai tahun yang membentuk dunia Barat, begitupula majalah TIME yang merayakan tahun ini sebagai ‘ulang tahun’ keempat puluh gerakan tersebut. Pada tahun inilah dibangun (atau dihancurkannya) fondasi yang menentukan arah demokrasi di negara-negara Barat sehingga kita mengenal Amerika, Jerman, dan Perancis sebagaimana kita kenal. Ada beberapa hal yang kita bisa lihat dan pelajari mengenai masa tersebut dan membandingkannya dengan pengalaman sejarah bangsa kita. Sayangnya saya tidak menemukan lagi TIME edisi tersebut yang saya beli, namun referensi bebas mengenai masa itu bisa ditemukan di internet.

Masa ini penting bagi kita saat ini karena para pemimpin dunia adalah mereka yang sedang mengenyam pendidikan pada saat itu. Mereka yang usianya antara 55 sampai 60 tahun saat ini adalah mereka yang berusia 15 sampai 20 tahun pada saat itu. Mereka yang saat ini menjadi orang tua adalah mereka yang dulu menyandang status generasi anti kemapanan.

Mengapa semuanya meletus di tahun 1968? Kita hanya bisa menyebutnya sebagai reaksi tidak terbendung atas ketidakpuasan atas segala hal. Diskrimainasi ras dan gender, gerakan budaya, anti-komunisme, hingga perang dingin menjadi hal-hal yang mengacaukan benak paman Sam di dekade 60an. Sementara kaum muda Prancis dan Jerman sama-sama muak dengan moralitas generasi tua (dengan alasan berbeda). Terbentuknya sebuah masyarakat yang benar-benar baru juga menyatukan pelajar dan pekerja di Italia dan Argentina.

Ang menarik dari gerakan-gerakan ini adalah pada umumya gerakan ini berpusat pada pelajar atau kalangan yang mengenyam pendidikan tinggi. Yang membedakan gerakan pad tiap negara adalah kedekatannya dengan unsure masyarakat lainnya.

Di Amerika gerakan sosial yang ada cukup kompleks. Sikap anti perang belum bisa diterima oleh masyarakat kebanyakan dan dianggap tidak patriotik. Untuk Gerakan emansipasi wanita kurang mendapat tentangan dari kalangan konservatif, sementara gerakan emansipasi ras dianggap mengganggu ketentraman tatanan sosial dan mengalami konflik langsung dengan pendukung segregasi. Di masa ini juga muncul ketegangan pada kaum homoseksual. Partisipasi masyarakat umum dengan gerakan sosial ini berbeda-beda tetapi dapat dikatakan rendah.

Hal yang berbeda terjadi di Perancis. Pelajar dan kaum buruh bersama-sama membuat Perancis membara di bulan Mei. Yang menjadi dasar adalah kejemuan pada intitusi-institusi tua. Mereka menyuarakan prinsip-psinsip kiri tetapi menjauh dan dijauhi oleh innstitusi seperti serikat buruh dan partai komunis. Di sisi lain mereka mencoba menggulingkan pemerintahan de Gaulle.

Kesendirian, itulah yang terjadi pada gerakan pelajar Jerman. Universitas-universitas telah mebuka pikiran para pemuda tentang kesalahan yang telah diambil oleh para orangtua mereka. Namun di sisi lain mereka melihat tidak ada perbedaan yang muncul dari kalangan orangtua. Para pejabat di zaman Nazi masih memegang posisi kunci di administrasi pemerintahan dan juga Universitas. Sementara organisasi-organisai kampus juga tidak bersih dari prasangka lama. Gerakan protes ini menghadapi tekanan dan tanpa ekspos positif media. Namun meskipun tidak ada dukungan langsung dari masyarakat yang mereka protes, gerakan mereka justru semakin solid ke dalam.

Grakan-gerakan di ketiga negara ini adalah yang paling signifikan diantara negara-negara dunia pertama, namun perubahan juga disuarakan di negara-negara lain. Di Mexico menjelang Olimpiade 1968 pemerintah tidak mampu menahan diri untuk menghentikan demonstrasi dengan hujan peluru. Spanyol di bawah yang dikuasai diktator Franco juga merasakan protes pada tahun ini. Spanyol mungkin tidak lepas dari diktator Franco, tetapi gerakan 1968 telah membukakan jalan untuk perubahan.

Tuntutan yang disuarakan oleh gerakan-gerakan tersebut memang jauh dari berhasil jika kita melihatnya an-sich sesuai dengan yang diteriakkan di jalanan saat itu. Tetapi masyarakat dunia pertama benar-benar tergoncang saat itu. Dan kita melihat perubahan yang terjadi benar-benar merasuk di masyarakatnya. Segregasi dihapuskan di Amerika, pemerintahan de Gaulle goyang, dan masyarakat Jerman menerima bahwa dosa masa lalu Nazi. Hal ini bisa disebut sebagai kemenangan gerakan moral, bukan kemenangan politis.

Saat ketika masyarakat benar-benar tergunacang oleh ide-ide baru, maka saat itulah ide tersebut sedang menyebar di masyarakat dan diuji. Ketika masyarakat “kembali tenang” maka kita akan melihat bahwa perubahan sudah tertanam. Sebuah ide seperti anak ayam,sulit dimasukkan kembali ke telurnya jika sudah menetas. Oleh karena itu sekali perubahan itu menjadi bagian dari masyarakat, maka perubahan itu tidak dapat serta-merta dibalik.

Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Kita bisa melihat bahwa peran pemuda dalam mengkritisi keadaan amatlah diperlukan sebagai katalis perubahan. Diterima atau tidak oleh rakyat, pemuda adalah bagian dari suatu bangsa, oleh karena itu mereka berhak memiliki saham dalam membentuk suatu bangsa. Mengapa repot-repot menuruti kaum tua yang sebentar lagipun meninggalkan dunia ini, sedang kita yang akan mewarisinya? Mari kita bentuk kawan!

——————-

Lebih jauh lagi baca sendiri, kalau tertarik cari lagi saja diinternet

Wikipedia >> lumayan, seperti biasa, kualitas wikipedia

TIME >> sayangnya saya belum menemukan artikel tahun ini versi onlinme di arsipnya

Newsweek >> worth reading, sebagai pembuka

Left Aussie >> nemu di internet

Iklan