Ternyata penguasaan bahasa tertentu memang tidak harus sebanding dengan terpengaruhnya orang dengan pola pikir bangsa pemilik bahasa tersebut. Satu hal yang paling menonjol adalah rasa humor yang jauh berbeda antar bangsa yang memiliki pengalaman yang berbeda pula.

Sialnya, saya yang sudah banyak terpapar humor-humor ala Amerika (dan sedikit Inggris) rupanya kadang kecele juga ketika mencoba mengaplikasikan humor-humor tersebut. Gak ada yang nyambung! Di Indonesia ini ada berapa banyak yang menghargai karya-karya Michael Moore sebagai karya dengan rasa humor yang tinggi? Mungkin mereka lebih menghargai karya tersebut sebagai karya anti-Amerika. Padahal itu cuma cara mereka mencintai negrinya sendiri.

Baru saja kemarin mencoba lelucon ringan dari sabrang, dari George Carlin. Coba aja cari bukunya Napalm and Sillyputty kalo ada kesempatan. Kata-katanya sederhana :

Are there any side effect of placebos? If there are, are those effect real?

Yup, saya kirim lewat sms ke anak fak. psikologi dan anak fak. kedokteran. Tidak saya berikan ke Ibu saya yang dokter karena kemungkinan besar bakal dianggap serius. (Buat yang gak tau placebo silahkan klik ini)  Jawabannya? Udah lupa sih tapi inti semua jawaban yg kudapat  “bukannya efek placebo tu palsu yah?”

Gedubrak!

Inti dari pernyataan yang ane tulis khan itu mbakyu,…

Yayaya, pelintiran logika emang belum memasyarakat di negeri ini. Yang ada pelintiran kata…

Iklan