Browse, browse, browse. Akhirnya menemuka kembali hal yang cukup berharga untuk disimak. TianshiWatch, sebuah situs yang memberi alasan jelas mengapa, setidaknya pilihan pribadi masing2, kita seharusnya bisa hidup bebas tanpa Tianshi. Tanpa beberapa anggota Tianshi yang mengganggu ketenangan hidup kita.

Di artikel terlihat jelas perbedaan antara Tianshi di Indonesia dan di Jepang. Kalau kita analisa lebih jauh lagi apa artinya? Tianshi ak lebih merupakan brand saja yang di jual ke beberapa negara. Apa yang di jual? Mekanisme jaringan. Di negara X mereka menjual produk A, di negara Y mereka menjual produk B. Dengan kata lain memang mereka hanya menawarkan jaringan, bukan produk.

Dalam sebuah pelatihan pengelola organisasi yang saya ikuti pematerinya menyebut bahwa ada perusahaan di dunia yang melakukan outsourcing produksi dan riset(!). Itulah Tianshi, Mijn God! Lalu usaha mereka itu apa? Bandingkan dengan ATi sebelum diakuisisi AMD, mereka memang fabless. Tapi mereka melakukan risetnya sendiri! Jelaslah Tianshi ini taklebih dari MLM.

Untuk selanjutnya lagi banyak pertanyaan apakah jenis MLM itu halal? Sebenarnya sekitar 4 tahun lalu sih dapetnya jawaban yang menghalalkan, tetapi beberapa bulan yang lalu ada yang mengharamkan dengan alasan aqadnya membawa aqad lainnya. Sayangnya saya baru menemukan alasannya di sini, buka link tadi pake browser yg stabil terus baca komennya baik2. Kalu ada yang punya tulisan yang lebih sahih, ane terimalah.

Tampaknya saat ini masalah yang dihadapi Tianshi, sebagaimana MLM lainnya, adalah pasar yang sudah jenuh. Yup, inilah yang menyebabkan skema bisnis jenis ini sebaiknya dihindari oleh orang-orang yang masih menyimpan otak di kepala mereka. (oops, no hard feeling. But couldn’t you think about it?) Sustainabilitasnya, alias keberlanjutannya pasti akan kejeduk (maaf gak nemu kata yg pas) pada populasi orang yang bersedia gabung.

Kalau tentang kebenaran (kebohongan) yang ada digembar-gemborkan oleh Tianshi dan jajaran anggotanya, saya males melakukan risetnya. Cukup bagi saya untuk tahu bisnis ginian gak usah diikuti!

Anyway, you judge it. If you love it, then take it!

Jangan lupakan keberadaan MLM lain, CNI, K-Link, whatever!

Iklan