Pemilihan Umum Amerika Serikat yang rencananya akan diadakan 4 November mendatang telah menggetarkan seluruh dunia. Setelah dunia mengecam Bush, kini hadir calon presiden yang demikian kuat dari kalangan oposisi (partai demokrat). Sepertinya dunia akan berbahagia dengan pilihan baru ini.

Tapi kalo dipikir-pikir, nggak deh!

Jika membaca karya Chomsky, kita akan menyadari apa yang sedang dilakukan oleh AS tidak lebih merupakan apa yang dilakukan semua pemenang dari dulu dan sekarang. Tetapi dengan tetap memegang kukuh prinsip demokrasi kita akan bingung dengan semua ini. Dalam demokrasi tidak ada pemimpin (penguasa) yang berkuasa tanpa consent yang dipimpin (dikuasai).

Hal inilah yang amat membebani orang-orang yang benar-benar waras. Ketika Newsweek memuat artikel tentang Dubya, mereka menyebutnya sedang menanggung beban dunia. Jawaban dari sudut lain dunia adalah “kami tidak memilihnya untuk memimpin kami.”

Pemilih Amerika tentunya lebih memperhatikan kepentingan mereka dibandingkan kepentingan dunia dalam memilih. Mereka tentu saja akan memilih atas dasar isu aborsi, imigrasi, dan ekonomi daruipada politik luar negeri. Oleh karena itu tidak heran kita menemui pemimpin Amerika yang amat menyebalkan bagi dunia. Mereka memang tidak dipilih untuk mensejahterakan seorang anak di sudut kota Darfur, Presiden AS dipilih agar masyarakat di AS bisa menikmati bensin murah!

Mengenai isu-isu lain, terutama yang berkaitan langsung dengan kita, Barry tidak jauh berbeda. Silahkan baca Stupid Whitemen dari Michael Moore untuuk mengetahui lebih lanjut. Democrat itu cuma Republican yang pura-pura liberal! Tentang Palestina-Israel jelas. Keduanya (Barry-McCain) bakal menyalurkan hasil pajak Amerika untuk mensubsidi Israel!

Munkin baru ada pesta setelah Ralph Nader menang!

Iklan