Jika kita menonton film weatherman kita akan melihat bagaimana Nicolas Cage mengalahkan stressnya dengan olahraga panahan. Ia bahkan sangat terikat dengan busurnya, ia membawa-bawa busurnya di jalanan kota, tanpa membungkusnya. Seolah-olah ia berkata, ”Hey look at my bow!” Busur telah menjadi bagian dirinya dalam menghadapi dunia.

Tapi bagaimana olahraga panahan sebenarnya?

Panahan adalah hasil budaya material manusia sejak awal keberadaannya di dunia. Busur berperan sebagai penyimpan tenaga manusia, dan revolusi cara hidup manusia pun terjadi. Tidak banyak yang bisa diketahui mengenai busur dan anak panah pada masa itu. Pada masa klasik Eropa terdapat banyak catatan mengenai bangsa-bangsa yang jauh lebih superior dibanding Yunani dan oma dalam hal busur. Pada masa selanjutnya kita juga bisa melihat superioritas Inggris atas Prancis, Mongol atas Eropa, Mongol atas Cina, semuanya dalam hal busur dan anak panah.

Perkembangan utama teknologi panahan adalah pada busurnya. Pada awalnya busur hanyalah batang kayu yang dibentuk dan ujung-ujungnya dihubungkan oleh tali. Penyimpanan energi bergantung pada elastisitas kayu busur dan tali. Perkembangan teknologi busur lebih rumit dibanding perkembangan tali busur. Busur berkembang melalui strukturnya yang terdiri dari beberapa bagian seperti Welsh Longbow yang terbuat dari beberapa jenis kayu sekaligus demi mendapatkan kekuatan atas teganga dan regangan. Selain itu juga bisa dilihat dari strukturnya. Busur recurve banyak dikembangkan oleh berbagai kebudayaan sebagai busur yang menyimpan energi sangat besar namun dapat sangat cepat diisi ulang. Di Eropa terdapat crossbow dan arbalest yang menjadikan busur sangat kuat namun cukup lambat diisi ulang. Pada masa modern kita juga bisa melihat composite bow yang memadukan teknologi mutakhir. Perkembangan tenologi busur inilah yang membedakan nomor-nomor olahraga panahan saat ini.

Olahraga panahan yang dikenal di Indonesia terbagi menjadi tiga nomor, berdasarkan jenis busur yang digunakan. Ini merupakan akomodasi dari peraturan yang dikeluarkan oleh FITA terhadap kondisi Indonesia. Ketiganya mewakili jenis busur yang banyak terdapat di Indonesia saat ini, berikut nomor-nomor yang ada di Indonesia saat ini:

  1. Nomor tradisional, busur terbuat dari kayu utuh. Olahraga yang dilakukan panahan outdoor. Dilakukan dalam posisi duduk, target menyesuaikan.

  2. Nomor Nasional, busur terbuat dari kayu dan bambu, peraturan lainnya sama dengan nomor Internasional.

  3. Nomor Internasional, busur terbuat dari bahan sintetis, peraturan dan teknik akan dijelaskan selanjutnya

Selanjutnya dibedakan lagi menurut jenis lapangannya yaitu Indoor atau Outdoor. Pada nomor Internasional dibedakan lagi menurut jebnis busurnya yaitu nomor recurve dan nomor compound.

Olahraga panahan menuntut konsentrasi tinggi dan latihan berulang untuk memperkuat reflek dan teknik memanah. Oleh karena itu berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan teknik memanah.

Alat Utama

Sasaran

Sasaran yang ada disesuaikan dengan nomor olahraga panahan yang dilakukan. Pada nomor outdoor ukuran targetnya berdiameter 80 cm sedang pada nomor indoor ukuran targetnya 40 cm atau 60 cm. Pada nomor outdoor jaraknya adalah 80 meter sedangkan indoor hanya 25 meter.

Anak Panah

Anak panah yang digunakan umumnya terbuat bahan utamanya dari kayu atau bambu. Anak panah dari bambu umumnya lebih tahan lama karena sifat elastisitasnya. Di ujung belakangnya terdapat nock yang berfungsi memegang tali busur(string). Ujung depan atau kepala anak panahnya biasanya diperkuat dengan mata logam, bukan berupa ujung lebar sebab dapat merusak sasaran dengan cepat. Berikut ilustrasinya:

 

 

Busur

Busur yang digunakan adalah busur recurve modern yang terdiri atas 4 bagian utama yang dapat dibongkar pasang. Handle, yaitu bagian tengah biasanya terbuat dari kayu keras atau alumunium. Limb, yaitu daun busur, terdapat dua yaitu atas dan bawah. Terbuat dari bahan elastis yaitu bambu atau serat karbon. Terakhir yaitu string terbuat dari serat yang tahan atas regangan. Seluruh bagian ini dapat dibongkar dengan mudah untuk memudahkan transportasi.

Pada umumnya busur ini memiliki kekuatan (energi yang disimpan) setara dengan beban 36-40 pon pada nomor Nasional dan 40-44 pon pada nomor Internasional. Separuh dari kekuatan Longbow maupun busur Mongol. Berikut ilustrasinya:

 

 

Teknik

Teknik memanah pada nomor Nasional dan Internasional bisa dijabarkan melalui 7 hal berikut:

  1. Posisi tubuh

Posisikan tubuh sedapat mungkin lurus berimpit dengan sumbu kearah sasaran, sambil tetap memandang ke arah sasaran. Busur tetap mengarah ke bawah.

  1. Nock-in

Anak panah dipegang tepat didepan nock dengan cara menjepitnya dengan jari telunjuk dan jari tengah. Nock diletakkan tepat di tengah busur, pada saat ini sedapat mungkin anak panah tidak lagi dijepit oleh kedua jari.

  1. Draw

Busur diangkat hingga berada pada garis lurus menuju sasaran. Tangan kiri sedapat mungkin lurus. Pada saat ini tangan kiri sudah tidak menggenggam handle.

  1. Pull

String ditarik pada posisi tertentu sesuai yang tanda yang ada pada anak panah. Jika busur yang digunakan memiliki clicker maka sampai terdengar bunyi ”klik”.

  1. Aim

Busur diarahkan hingga pisir menunjukkan titik pusat sasaran.

  1. Release

Jika sasaran sudah tetap dan posisi seluruh tubuh dan busur sudah mantap maka string dapat dilepaskan.

  1. Observasi dan koreksi

Setelah anak panah dilepas maka dapat dilihat letak anak panah di sasaran untuk melakukan koreksi terhadap tembakan yang sudah dilakukan. Koreksi dilakukan menyesuaikan dengan akurasi tembakan.

 

Kesalahan yang sering terjadi adalah ketidaktepatan posisi tubuh dan posisi busur terhadap tubuh oleh karenanya latihan yang terus menerus amat diperlukan. Keseriusan tiap orang menekuni olahraga ini mungkin mengorbankan aspek lain hidupnya. Di masa lalu mungkin ada orang yang tubuhnya terdeformasi karena penggunaan busurnya. Namun ketika kenikmatan individualitas olahraga ini didapat apalah artinya satu lengan yang lebih besar dibanding lengan lainnya?

 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Target_archery
http://www.archery.org/
Pengalaman kuliah Olahraga II di ITB
Mohon koreksi jika ada salah, ini dibuat sebagai tugas untuk menempuh SKU Pandega. Matur sembah nuwun…
Iklan