Setelah beberapa waktu mencoba memahami puak serumpunku akhirnya kita akan mencapai kesimpulan, “sayang sungguh sayang, saudaraku Malaysia!” Mungkin kawan sebangsa kita menjalani cobaan sedemiakian parahnya sebagai TKI, pun ia yang berstatus pekerja legal. Tak heran mengapa bangsa tetangga ini tidak benar-benar memahami kepedihan bangsa kita. Mereka sendiri tidak memahami kecurangan yang dilakukan pemerintahnya (mereka sebut ‘Kerajaan’) pada diri mereka sendiri!

Sampai akhirnya ada pergerakan nyata. Sudah 10 tahun lebih seorang Anwar Ibrahim bergerak dari orang terbuangUMNO menjadi figur oposisi (di luar Malaysia, saya yakin masih banyak lagi figur lainnya yang cukup populer), kini kita melihat aksi nyata!!!

Awalnya hanya membaca dari Zainulfaqar, rekan yang bertemu lewat jejaring dunia maya dengan teman kuliahku Tanaya. Mengerikan! Hukum di Malaysia sangat-sangat mengingatkan pada masa NKK/BKK di Indonesia dulu!!! Tak heran masyarakat mereka sangat ignorant terhadap kondisi mereka, apalagi bangsa tetangga sendiri.

Tapi aksi itu tidaklah sedamai yang diharapkan! Lihat saja reaksi Abdullah Badawi, “Saya pantang dicabar!” Maka demonstrasi bersih pun menjadi kasar!

Respom Kerajaan terhadap pandangan dunia?

berbagai tanggapan yang ada di Malaysia menunjukkan bahwa tindakan pemerintah Malaysia melakukan pembungkaman media(Kompas 11-12 November 2007) tidak berakhir sesuai keinginan! Lihat saja di internet! Pihak pro maupun kontra melanjutkan debatnya, lihat saja ini.

Dalam demonstrasi ini mereka menyuarakan kalimat Tauhid, trenyuh hati ini mendengarkannya. Memang! Melayu tetap melayu, kita seharusnya menyuarakan demokrasi tetap di jalan-Nya. Selintas kita bisa melihat cerita sehari seorang demontran di sana.

Amri, orang yang tak kukenal tapi kukagumi tekadnya!
Ah, jika kita diberi umur maka tentu kita ingin bertemu pejuang-pejuang seperti ia!

Iklan