Poetry


Whisper whisper don’t make a sound
Down the break beneath the ground
Don’t you know beyond the bound!

So I tear the glassthat bound me. Shed the blood upon my face, but the scar goes deep. It rip my heart too.

But she said “You’re changing. Why?” She keep asking “sorry if I’ve wronged you.”

Whisper whisper,
I lost my temper

Whatever, I’ve been  scratched and scratched. But none is your fault.

How long, how long will I slide
Separate my side; I don’t,
I don’t believe it’s bad
Slittin’ my throat
it’s all I ever..

oh, yes that  one is  not my own word.

Sejuta Debu terjang menerjang
Menyusuri kelokan jalanan
Merayap menabrak lalu menjauh
Menggoreskan rasa ngilu di hati
Sejuta debu terjang mnerjang
Merengkuhi ringkihnya tubuhku
menyayat menusuk lalu menjauh
Menggoreskan rasa ngilu di hati
Lalu kulupa semua rasaku
kubuang jauh-jauh semua indaraku
Kuterjangi debu yang di depanku
Berbekal satu tubuh yang melapuk,…

Dengan hormat kepada Abah Iwan yang memiliki lagu sejuta kabut. Entah kenapa kebiasaan mengadaptasi lagu orang ke perasaan sendiri muncul lagi.

Ku meniti jalanan Bogor
Ah, coba kau katakan padaku
Apa yang harusnya ku lakukan?
Derasnya Cisadane, derasnya ciliwung
Sejuk rintik-rintik hujan menetesiku
Aku tidak melupakanmu di Jogja…
Kureguk darah Setiabudi,
Merdeka!!!
Kureguk darah Tan Malaka,
Merdeka!! !
Kureguk darah Soekarno,
Merdeka!!!
Darah Soekarni, Dhien, Soedirman,
Sjarifudin, darah mereka MERDEKA!!!Kureguk darah PEMUDA,
mer…Mengapa diam?
Mengapa berhenti?
Wahai darahku! Mengapa alirmu kau
henti sedang nafas belum selesai?Dara hku!
Darahku!
Darahku!

Kutu tup lembaran Setiabudi
Kututup lembaram Tan malaka
Kututup lembaran Soekarno
Kututup lembaran masa lalu
Kubuka lembarku kubuka lembarmu

Karena perjuangan adalah aliran darahku.

Saudaraku, hampir seabad lalu pendahulu kita telah menginsyafi kesatuan dan kesamaannya . Merka menginsyafi bahwa tanah yang terentang di Nusantara ini adalah tanah yang dihuni oleh masyarakat yang satu. Masyarakat yang memiliki kesamaan

Sudah berabad lalu lautan luas ini dihubungkan oleh layar dan sauh. Mulai dari phinisi, kora-kora, chunk, sampai galiung. Kata-kata tersambung oleh Hanacaraka, Jawi, dan berbagai coretan yang diungkap melalui bahasa melayu.

Sudah cukup lama sampai akhirnya datanglah dari Eropa mereka yang membagi-bagi dunia kita yang satu ini menurut kehendak mereka. Maka kita mengenal British Malaya, Netherlands Indies, dan berbagai sebutan lain yang mengkapling-kapling Nusantara ini.

Delapa puluh tahun lalu sekumpulan pemuda menginsyafi bahwa inilah yang hakikat mereka. Nasion, Bangsa! Inilah kita, berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air satu. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa kita…

Akankah kita membuang kesatuan ini? Bukankah kebersamaan itu indah?

Selamat menikmati hidupmu saudaraku! Ingatlah kata-kata dari Rendra berikut:

 

 

Kebenaran adalah Matahari
Kejujuran adalah Bumi
dan
Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »